Senin, 14 Oktober 2013

Puisi karya penyair Tengger

Sudah terurai didepanku,
dalam sibak-sibak angin tak menentu.
Menjadikan lebih indah bergerak leluasa.

Pergerakan semakin cepat . . .
Lari, selinap lorong-lorong,
jurang berhias liang-liang.

Tanjaki bukit,
puncak gunung ngangakan kawah.
Terbawa asap, terbang jauh . . .
Menukik, renang di laut.
Laut kecil saja, bukan lautan, hehe . .

Perahu-perahu kecil berlayar lincah.
Sekitar kapal besar laju nan tenang.
Menulis puisi, diiringi irama gelombang . . .
Bebas bercanda, hempas menghempas !
Alun kirimkan salam pada tepi pantai.

Puisiku belum selesai, belum kutandai noktah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar