Merangkai rutuk lewat kerjap bintang
setiap malam menghujat rembulan
setelah di siang terik meludahi matahari
sebagai pemilik serpihan surga
mengapa hanya menunai harap saat mimpi
jika kian tenggelam di dasar ketidak pastian
pun hari depan tanpa sisa telah tergadai
apa yang kalian lakukan di mercu kemarahan
jika bukan mengepal tinju ke cakrawala
Para serigala lapar ketika berkuasa
tak kenal iba setelah kehilangan urat malu
dengan rakus mereguk darah penyerah upeti
setelah kekenyangan baru tersingkap sebagai penjarah
malah dibiarkan mengukur jalanan dengan mobil mewah
sebelum menjajakan ilusi di pendapa rumah megahnya
seharusnya segera digantung memenuhi igauannya
atau dikutungi tangan panjangnya tanpa remisi
Duhai negeri salah urus
dikelola pemabuk tidak becus
jika rakyatnya menggerutu
malah disuruh minum urus-urus
Kedunggalar, 5 Oktober 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar